PostHeaderIcon Assignment 11

Jawaban No 1:

Jawaban No 2:

PostHeaderIcon Senna 1811499624 MJ110Z Assignment Pertemuan 9

 

  1. Pertanyaan :
    1. Silahkan lihat kembai soal pada Assigment 8, dari diagram Network yang sudah anda kerjakan

      jelaskan arti dan fungsi masing-masing simbol pada diagram network tersebut!

    2. Jelaskan perbedaan Jaringan AOA dan AON?
    3. Jelaskan waktu early start (ES), early finish (EF), late finish (LF), late start (LS) ?
  2. Status     : 100 %
  3. Keterangan : Telah dikerjakan dengan baik
  4. Jawaban    :
    1. AOA adalah singkatan dari Acctifity on-arrow dan AON adalah singkatan dari acctifity on-node. Ada dua gambar untuk menggambarkan suatu jaringan proyek, yaitu AOA dan AON. Perbedaan antara AOA dan AON ini adalah pada titik diagram AON menunjukkan aktivitas sedangkan pada titik diagram AOA menunjukkan mulainya aktifitas atau prosesnya dan waktu selesainya suatu aktifitas yang disebut sebagai kejadian. Kegiatan tersebut memerlukan waktu dan sumber daya alam. Intinya adalah pada AOA tidak memerlukan sumber daya alam dan pada AON memerlukan waktu untuk kegiatan dan memerlukn sumber daya alam untuk kegiatannya
    2. ES (earliest activity start time)  : Waktu Mulai paling awal suatu kegiatan. Bila waktu mulai dinyatakan dalam jam, maka waktu ini adalah jam paling awal kegiatan dimulai.

      EF (earliest activity finish time) : Waktu Selesai paling awal suatu kegiatan. EF suatu kegiatan terdahulu = ES kegiatan berikutnya.

      LF (Latest event finish time)      : Saat paling lambat yang masih diperbolehkan bagi suatu peristiwa terjadi. 

      LS (latest activity start time)    : Waktu paling lambat kegiatan boleh dimulai tanpa memperlambat proyek.

PostHeaderIcon Assignments 9

Pada Assigment 8 arti simbol pada tersebut adalah:

Jawaban No 2:

Perbedaan Jaringan AOA dan AON adalah pada konvensi AON, titik menunjukan kegiatan. Pada AOA, panah menunjukan kegiatan.

Kegiatan memerlukan waktu dan sumber daya. Perbedaan mendasar antara AON dan AOA adalah bahwa titik pada diagram AON mewakili kegiatan. Pada jaringan AOA, titik mewakili waktu mulai dan selesainya suatu kegiatan dan juga disebut kejadian. Artinya titik pada AOA tidak memerlukan waktu maupun sumber daya.

Jawaban No 3:

ES (Early Start) – Mulai Terdahulu adalah waktu terdahulu suatu kegiatan dapat dimulai, dengan asumsi semua pendahulu sudah selesai.

EF (Early Finish) – Selesai Terdahulu adalah waktu terdahulu suatu kegiatan dapat selesai.

LF (Late Finish)  Selesai Terakhir adalah waktu terakhir suatu kegiatan dapat selesai sehingga tidak menunda waktu penyelesaian keseluruhan proyek.

LS (Late Start) – Mulai Terakhir adalah waktu terakhir suatu kegiatan dapat dimulai sehingga tidak menunda waktu penyelesaian keseluruhan proyek.

PostHeaderIcon 1811499624 Senna MJ110Z Assignment Pertemuan 7 dan 8

 

Pertanyaan : Sebelum mengerjakan soal berikut, silahkan baca dan pelajari lesson 7

  1. Jelaskan dengan lengkap perbedaan CPM (critical Pert Metode) dan PERT (Program Evaluation)
  2. Contoh soal kasus

    A. Carilah jalur kritis CPM dan waktu penyelesaian normal pada rangkaian rangkaian kegiatan berikut:
Kegiatan waktu kegiatan Waktu
1-2 4 5-8 6
1-3 7 5-10 7
1-4 5 6-7 8
2-5 3 6-9 6
2-7 6 7-10 7
3-5 8 7-8 9
3-7 5 8-11 8
4-6 6 9-10 7
10-11 6

                                                                                                 B.  Hitunglah waktu penyelesaian normal untuk suatu aktifitas, diketahui kegiatan-                kegiatan yang dilaksanakan

No Kegiatan Kegiatan sebelumnya waktu
1 A 0
2 B A 20
3 C B 30
4 D B 50
5 E C 40
6 F C 40
7 G D 30
8 H E,F 60
9 I F,G 70
10 J H,I 30
11 K J 0

Status      : 100 %

Keterangan  : Telah dikerjakan dengan baik

Jawaban     :

  1. Perbedaan PERT dan CPM adalah sebagai berikut :

    • PERT digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek yang belum pernah dikerjakan, sedangkan CPM digunakan untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas yang sudah pernah dikerjakan sehingga data, waktu dan biaya setiap unsur kegiatan telah diketahui oleh evaluator.
    • Pada PERT digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang tercepat, terlama serta terlayak, sedangkan pada CPM hanya memiliki satu jenis informasi waktu pengerjaan yaitu waktu yang paling tepat dan layak untuk menyelesaikan suatu proyek.
    • Pada PERT yang ditekankan tepat waktu, sebab dengan penyingkatan waktu maka biaya proyek turut mengecil, sedangkan pada CPM menekankan tepat biaya.
    • Dalam PERT anak panah menunjukkan tata urutan (hubungan presidentil), sedangkan pada CPM tanda panah adalah kegiatan.

  2. Contoh kasus :

       A. Carilah jalur kritis CPM dan waktu penyelesaian normal pada rangkaian rangkaian          kegiatan berikut:

    Kegiatan waktu kegiatan Waktu
    1-2 4 5-8 6
    1-3 7 5-10 7
    1-4 5 6-7 8
    2-5 3 6-9 6
    2-7 6 7-10 7
    3-5 8 7-8 9
    3-7 5 8-11 8
    4-6 6 = 44 Minggu 9-10 7
    10-11 6 = 64 Minggu

        B.  Hitunglah waktu penyelesaian normal untuk suatu aktifitas, diketahui kegiatan-            kegiatan yang dilaksanakan

    No Kegiatan Kegiatan sebelumnya waktu
    1 A 0
    2 B A 20
    3 C B 30
    4 D B 50
    5 E C 40
    6 F C 40
    7 G D 30
    8 H E,F 60
    9 I F,G 70
    10 J H,I 30
    11 K J 0 = 370 Minggu

 

 

PostHeaderIcon Assignments 7 & 8

  1. Jelaskan dengan lengkap perbedaan CPM (critical Pert Metode) dan PERT (Program Evaluation)

Jawaban:

PERT merupakan singkatan dari Program Evaluation and Review Technique (teknik menilai dan meninjau kembali program), sedangkan CPM adalah singkatan dari Critical Path Method (metode jalur kritis) dimana keduanya merupakan suatu teknik manajemen. Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan, maupun gangguan produksi, serta mengkoordinasikan berbagai bagian suatu pekerjaan secara menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek. Teknik ini memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur, karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.
Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan bagi suatu proyek. Dalam metode PERT dan CPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan-pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat waktu serta tepat biaya.
CPM adalah suatu metode perencanaan dan pengendalian proyek-proyek yang merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua sistem yang memakai prinsip pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui dengan pasti, demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jadi CPM merupakan analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan. Teknik penyusunan jaringan kerja yang terdapat pada CPM, sama dengan yang digunakan pada PERT. Perbedaan yang terlihat adalah bahwa PERT menggunakan activity oriented, sedangkan dalam CPM menggunakan event oriented. Pada activity oriented anak-panah menunjukkan activity atau pekerjaan dengan beberapa keterangan aktivitasnya, sedang event oriented pada peristiwalah yang merupakan pokok perhatian dari suatu aktivitas.
Pada prinsipnya yang menyangkut perbedaan PERT dan CPM adalah sebagai berikut :
a. PERT digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek yang belum pernah dikerjakan, sedangkan CPM digunakan untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas yang sudah pernah dikerjakan sehingga data, waktu dan biaya setiap unsur kegiatan telah diketahui oleh evaluator.
b. Pada PERT digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang tercepat, terlama serta terlayak, sedangkan pada CPM hanya memiliki satu jenis informasi waktu pengerjaan yaitu waktu yang paling tepat dan layak untuk menyelesaikan suatu proyek.
c. Pada PERT yang ditekankan tepat waktu, sebab dengan penyingkatan waktu maka biaya proyek turut mengecil, sedangkan pada CPM menekankan tepat biaya.
d. Dalam PERT anak panah menunjukkan tata urutan (hubungan presidentil), sedangkan pada CPM tanda panah adalah kegiatan.

Perbedaan mendasar antara CPM dengan PERT ialah bahwa CPM memasukkan konsep biaya dalam proses perencanaan dan pengendalian. Dengan ini kami tidak bermaksud untuk menyatakan bahwa PERT sama sekali tidak mengabaikan konsep-konsep biaya. Dalam PERT diasumsikan bahwa besarnya biaya berubah-ubah sesuai dengan lamanya waktu dari semua aktifitas yang terdapat dalam satu proyek. Jadi jika kita telah berhasil mempersingkat waktu untuk sesuatu proyek maka diasumsikan bahwa dengan demikian biaya untuk proyek ini juga berhasil diperkecil. Selanjutnya harus juga diasumsikan bahwa penyingkatan waktu selama satu minggu yang dilakukan terhadap suatu aktifitas yang terletak pada jalur kritis, secara ekonomis adalah sama produktifnya dengan penyingkatan waktu selama satu minggu yang dilakukan terhadap aktifitas lain yang terletak pada jalur kritis yang lain. Jika waktu tercepat yang diharapkan untuk kejadian akhir jaringan telah berhasil dikurangi, maka dianggap bahwa biaya juga telah berhasil dikurangi. Perbedaan penting lain antara CPM dan PERT terletak pada metode untuk menentukan perkiraan waktu. Para pemakai CPM dianggap mempunyai dasar yang lebih kuat
sebagai landasan untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap aktifitas. Perbedaan utama dalam penerapan kedua teknik ini dapat dimengerti jika kita perbandingkan suatu perusahaan, misalnya perusahaan bangunan, dengan satu perusahaan lain, perusahaan atau biro penelitian dan pengembalian misalnya. Seorang estimator yang cerdik dari suatu perusahaan bangunan dapat memberikan perkiraan biya dan angka-angka mengenai waktu yang dibutuhkan untuk
membuat suatu pondasi beton. Mungkin saja terdapat perbedaan kecil disana-sini tetapi jika perusahaannya pernah mengerjakan pekerjaan semacam itu sebelumnya, maka perkiraan biaya dan waktu biasanya akan cukup tepat. Prinsip-prinsip pembentukan jaringan dalam CPM mirip
sekali dengan prinsip-prinsip yang telah dibahas dimuka sistem PERT. Jadi mereka yang sudah mengenal PERT dengan baik, tidak menemui kesulitan lagi dalam mempergunakan CPM, sejauh hal ini menyangkut
pembentukan jaringannya. Perbedaan utama terletak dalam penentuan perkiraan waktunya. Dalam sistem CPM ditentukan dua buah perkiraan waktu dan biaya untuk setiap aktifitas yang terdapat dalam
jaringan. Kedua perkiraan ini adalah perkiraan normal (Normal Estimate) dan perkiraan cepat (Crash Estimate). Perkiraan waktu yang normal kira-kira sama dengan perkiraan waktu yang paling mungkin dalam PERT. Biaya normal tentu saja adalah biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek dalam waktu normal. Perkiraan waktu cepat adalah waktu yang akan dibutuhkan oleh suatu proyek jika biaya yang dikeluarkan tidak jadi soal dalam usaha mempersingkat waktu bagi proyek tersebut. Dalam
program semacam ini, manager akan melakukan segala apa saja yang dirasakan perlu untuk mempercepat selesainya pekerjaan. Jadi biaya mempercepat adalah biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan yang dipercepat selesainya, dengan tujuan untuk mempercepat
waktu selesainya secepat mungkin. Dari penjelasan-penjelasan tersebut diatas dapat diikuti betapa pentingnya fungsi PERT/CPM sebagai alat
kontrol/pengendalian untuk memonitor pelaksanaan pekerjaan. Untuk pembuatan PERT/CPM network diperlukan langkah-langkah yang pada umumnya dimulai dengan melakukan konsultasi, misalnya berdasarkan konsultasi yang telah dilakukan antara pimpinan perusahaan dengan
para manager disepakati/diputuskan pembangunan suatu proyek pabrik baru.

2. Contoh soal kasus

A. Carilah jalur kritis CPM dan waktu penyelesaian normal pada rangkaian rangkaian kegiatan berikut:

Kegiatan waktu kegiatan Waktu
1-2 4 5-8 6
1-3 7 5-10 7
1-4 5 6-7 8
2-5 3 6-9 6
2-7 6 7-10 7
3-5 8 7-8 9
3-7 5 8-11 8
4-6 = 44 Minggu 9-10 7
10-11 = 64 Minggu

B.  Hitunglah waktu penyelesaian normal untuk suatu aktifitas, diketahui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan

No Kegiatan Kegiatan sebelumnya waktu
1 A 0
2 B A 20
3 C B 30
4 D B 50
5 E C 40
6 F C 40
7 G D 30
8 H E,F 60
9 I F,G 70
10 J H,I 30
11 K J = 370 Minggu

PostHeaderIcon Assignments 4&5

Tahap-Tahap Perencanaan Proyek
Orang yang menjadi pimpinan pEkerjaan proyek harus mendapat wewenang untuk melakukan perencanaan, membuat jadwal dan anggaran. Langkah-langkah perencanaan meliputi:

  • Penentuan tujuan proyek dan kebutuhan-kebutuhan untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu dan bagaimana urutan pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut
  • Organisasi proyek dirancang untuk menentukan departemen-departemen yang ada, subkontraktor yang diperlukan dan manajer-manajer yang bertanggung jawab terhadap aktivitas pekerjaan yang ada.
  • Jadwal untuk setiap aktivitas. Kapan aktivitas dimulai dan kapan aktivitas harus sudah selesai.
  • Mempersiapkan Anggaran dan sumberdaya yang diperlukan untuk melaksanakan setiap aktivitas
  • Mengestimasi waktu, biaya dan performansi penyelesaian proyek.

Perencanaan akan menjadi lebih mudah bila pekerjaan proyek serupa pernah dikerjakan. Sedang bila proyek  tersebut baru dan belum pernah dikerjakan maka perencanaan haruis dimulai dari awal dan ini relatif lebih sulit. Unit fungsional yang terlibat dalam pengerjaan proyek perlu dilibatkan dalam tahap perencanaan proyek pada penyusunan Rencana Induk Proyek (RIP) atau Pprioject Master Plan

Permasalah Tahap Perencanaan
Berikut beberapa permasalahan yang sering muncul pada tahap perencanaan

  • Tujuan dan sasaran proyek tidak bisa disetujui oleh semua pihak
  • Tujuan proyek terlalu kaku sehingga kurang bisa mengakomodasi perubahan-perubahan
  • Tujuan tidak ditetapkan dengan baik
  • Tujuan tidak dapat dijabarkan ke dalam bentuk yang dapat dikuantifisir atau tidak terukur

Rencana Induk Proyek
Proses penyiapan Rencana Induk Proyek sebaiknya dilakukan sejak awal bahkan sebelum proyek didelegasikan kepada tim. Rencan Induk Proyek

  • Bagian I: Diskripsi Proyek.
Bagian ini berisi diskripsi singkat tentang latar belakang , tujuan, kebutuhan, kendala, masalah yang ada dan antisipasinnya, jadwal induk yang memperlihatkan kegiatan dan rangkaian kegiatan.
  • Bagian II Manajemen dan Organisasi
Berisi antara lain:
  • Manajemen proyek dan organisasi
  • Kebutuhan Orang
  • Training dan Pengembangan
  • Berisi program training dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung proyek.
  • Bagian III Bagian Teknis
Berisi penjelasan aktivitas utama proyek, waktu dan biaya. Komponen-komponen bagian ini secara umum adalah sebagai berikut:
  • Rincian pekerjaan. Pada item ini dijelaskan secara rinci pekerjaan yang ada.
  • Jadwal Proyek. Berisi penjadwalan semua kegiatan ‘mulai dari perencanaan, pelakanaan tiap kegiatan dan rangkaiannya hingga proyek selesai.
  • Anggaran dan dukungan keuangan. Berisi estimasi mengenai cash flow untuk biaya tenaga kerja, bahan dan fasilitas pendukung lain untuk peride waktu pelaksanaan setiap kegiatan yang ada dalam pekerjaan proyek.
  • Testing. Pengujian terhadap semua hal yang telah disiapkan seperti prosedur, waktu dan orang yang beertanggung jawab.
  • Dokumentasi. Berisi penjelasan tentang bagaimana proses didokumentasi dan bagaimana mengorganisir dokumen-dokumen yang dihasilkan.
  • Implementasi. Berisi bahasan dan petunjuk pelaksanaan dilapangan dan bagaimana pelanggan mengoperasikan atau menjalankan hasil proyek.
  • Rencan Peninjauan Pekerjaan. Berisi prosedur mengenai bagaimna pekerjaan proyek dimonitoring, ditinjau dan dikendalikan. Termasuk waktu siapa yang melakukan dan lstandard apa yang digunakan.
  • Justifikasi Ekonomi. Berisi ringkasan diskripsi yang memperlihatkan berbagai alternatif kemungkinan  trade off antara biaya dan jadwal dari proyek.

Alat-Alat Perencanaan
Berikut ini beberapa alat bantu yang bisa digunakan dalam perencanaan proyek, yaitu:

  • Work Breakdown Structure. Merupakan detail yang menguraikan pekerjaan proyek menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil yang lebih operasional sehingga mudah dilaksanakan dan diestimasi biaya dan waktu pelaksanaannya.

 

  • Matrik Tanggung Jawab. Matrik yang digunakan untuk menentukan organisasi proyek, orang-orang kunci dan tanggung jawabnya. Intinya matrik ini menunjukkan hubungan antara kegiatan dan penanggungjawabnya.
  • Gantt Chart. Alat ini digunakan untuk menunjukkan jadwal induk proyek dan jadwal setiap pekerjaan/ kegiatan.
  • Jaringan Kerja (Network). Digunakan untuk emperlihatkan urutan kegiatan/ pekerjaan, kapan kegiatan/ pekerjaan dimulai, kapan harus selesai dan kapan secara keseluruhan proyek selesai. Metode ini terdiri dari dua yakni PERT dan CPM

PostHeaderIcon Assignments Pertemuan 3

 

1.

  • Project Definition (Pendefinisian Proyek)

 

Mendefinisikan tujuan proyek dan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan agar proyek yang dilaksanakan tersebut berhasil dengan kualitas yang diinginkan.

 

  • Project Initiation (Inisialisasi Proyek)

 

Perencanaan awal terhadap sumber daya yang akan digunakan sebelum suatu proyek dimulai.

 

  • Project Planning (Perencanaan Proyek)

 

Menguraikan dengan jelas bagaimana sebuah proyek harus dijalankan. Pada project planning ini, akan terlihat dengan jelas pentingnya segitiga manajemen proyek yaitu waktu, biaya, dan ruang lingkup suatu proyek.

 

  • Project Execution (Pelaksanaan Proyek)

 

Melakukan pekerjaan agar proyek yang dimaksud tersebut berhasil sesuai dengan keinginan.

 

  • Project Monitoring & Control (Pemantauan dan Pengendalian Proyek)

 

Pengambilan langkah-langkah yang diperlukan sehingga pengoperasian proyek berjalan dengan lancar.

 

  • Project Closure (Penutupan Proyek)

 

Menerima hasil akhir dari proyek dan menghentikan semua penggunaan sumber daya.

2.

Tahapan proses pembangunan rumah yaitu :
Tahapan Kegiatan
Kegiatan
Persiapan
1. Pemilihan lokasi pembangunan
2. Pembuatan gambar desain rumah
3. Pengajuan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan)
4. Pencarian jasa pembangunan rumah
Rencana Anggaran
Biaya
Penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya) dalam
pembangunan rumah seperti biaya bahan material / bahan
konstruksi rumah, biaya jasa pembangunan, dan rencana
pelaksanaan pembangunan (jadwal kegiatan)
Tahap Pelaksanaan
Pembangunan Rumah
1. Pembersihan dan persiapan lahan
2. Pekerjaan pondasi
3. Pekerjaan struktur bangunan, kontruksi besi dan beton
untuk rumah
4. Pembuatan dinding dan plester
5. Pekerjaan rangka atap
6. Instalasi air bersih dan air kotor
7. Instalasi listrik
8. Pekerjaan plafon (langit-langit)
9. Pekerjaan kusen, pintu dan jendela
Proses Penyelesaian
(Finishing)
1. Penghalusan pondasi rumah
2. Pemasangan material dinding dan lantai
3. Pekerjaan pengecatan interior dan eksterior
4. Pekerjaan plitur pada kusen, pintu dan jendela
5. Pemasangan kunci-kunci dan alat penggantung
6. Pemasangan perlengkapan sanitasi
7. Instalasi listrik mulai dari lampu, saklar, stop kontak dan

PostHeaderIcon Assignments Pertemuan 2

Pertanyaan:

  1. Sebutkan dan jelaskan struktur dasar penyusunan organisasi
  2. Sebutkan dan jelaskan proses dalam mencapai tujuan organisasi
  3. Sebutkan dan jelaskan susunan organisasi proyek
  4. Jelaskan perbedaan organisasi proyek dan organisasi murni

Jawaban

1. 

  • Berdasar produk, dapat terbentuknya divisi, contoh perusahaan General membentuk divisi General Motor, General Food, dan General elektrik
  • Berdasar lokasi ,perusahaan BUMN membagi organisasi berdasar wilayah regional
  • Berdasar proses , dapat dibagi berdasarkan proses pembuatan produk
  • Berdasar pelanggan
  • Berdasar fungsi : seperti fungsi keuangan, produksi, dsb

2.

  • Identifikasi dan pembagian kegiatan : perlu diketahui untuk menentukan volume pekerjaan, macam dan jenisnya, kebutuhan sumber daya, jadwal pelaksanaan serta anggarannya sehingga dapat dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek
  • Pengelompokan penanggung jawab kegiatan : agar hasilnya maksimal, pemilihan, penanggung jawab organisasi disesuaikan keterampilan dan kemampuan personel di bidangnya agar ujuan dan sasaran proyek tercapai
  • Penentuan wewenang dan tanggung jawab : setiap personel harus mengetahui wewenang dan tanggung jawab pekerjaannya, dengan  membuat penjabaran kerja serta standar prosedur operasional pekerjaan yang dikelolanya
  • Menyusun mekanisme pengendalian : agar tidak terjadi penyimpangan proyek, dengan membuat format yang dapat menggerakkan organisasi dalam mengidentifikasi, memecahkan masalah, serta melakukan tindakan koreksi

3.

  • Pemberi Tugas/Pemilik/Owner
  • Konsultan Perencana
  • Konsultan Pengawas
  • Kontraktor Pelaksana

4.

  • Organisasi Proyek, struktur organisasi dikelompokkan menurut fungsinya, memiliki struktur dengan konsep otoritas dan hierarki vertikal.
  • Organisasi Proyek Murni, bagian tersendiri dari organisasi fungsional perusahaan, manajer mempunyai otoritas penuh terhadap proyek, dimana tim proyek memiliki komitmen dan wewenang mandiri, namun dalam koordinasi perusahaan.

PostHeaderIcon Senna 1811499624 MJ110Z Assignment 2

 

  1. Pertanyaan :
    1. Sebutkan dan jelaskan struktur dasar penyusunan organisasi
    2. Sebutkan dan jelaskan proses dalam mencapai tujuan organisasi
    3. Sebutkan dan jelaskan susunan organisasi proyek
    4. Jelaskan perbedaan organisasi proyek dan organisasi murni
  2. Status     : 100 %
  3. Keterangan : Telah dikerjakan dengan baik
  4. Jawaban    :
    1. Dasar penyusunan struktur organisasi :

      1. Berdasar produk = dapat terbentuknya divisi, contoh perusahaan General membentuk divisi
      General Motor, General Food, dan General elektrik

      2. Berdasar lokasi = perusahaan BUMN membagi organisasi berdasar wilayah regional, seperti :
      Telkom Devisi Regional Jawa Tengah

      3. Berdasar proses : dapat dibagi berdasarkan proses pembuatan produk, seperti : departemen
      pengecoran, pengelasan dan finishing

      4. Berdasar pelanggan

      5. Berdasar fungsi : seperti fungsi keuangan, produksi, dsb

    2. Tujuan organisasi dapat tercapai dengan proses =

      1. Identifikasi dan pembagian kegiatan : perlu diketahui untuk menentukan volume pekerjaan, macam dan
      jenisnya, kebutuhan sumber daya, jadwal pelaksanaan serta anggarannya sehingga dapat dilaksanakan oleh
      penanggung jawab kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek

      2. Pengelompokan penanggung jawab kegiatan : agarhasilnya maksimal, pemilihan, penanggung jawab
      organisasi disesuaikan keterampilan dan kemampuanpersonel di bidangnya agar ujuan dan sasaran proyek
      tercapai

      3. Penentuan wewenang dan tanggung jawab : setiap personel harus mengetahui wewenang dan tanggung
      jawab pekerjaannya, dengan membuat penjabaran kerja serta standar prosedur operasional pekerjaan yang
      dikelolanya

      4. Menyusun mekanisme pengendalian : agar tidak terjadi penyimpangan proyek, dengan membuat format yang
      dapat menggerakkan organisasi dalam mengidentifikasi, memecahkan masalah, serta melakukan tindakan koreksi

    3. Susunan organisasi proyek antara lain :

      1. Organisasi Proyek Fungsional = struktur organisasi dikelompokkan menurut fungsinya, memiliki struktur

      dengan konsep otoritas dan hierarki vertikal. Tanggung jawabnya biasa dirangkap dengan tugas sehari-hari pada

      organisasi perusahaan sehingga bila proyek besar dapat mengganggu kegiatan keseluruhan.

      2. Organisasi Proyek Murni = kelebihan dari struktur Manajer proyek (MP) mempunyai wewenang penuh
      untuk mengelola proyek, meski MP harus melapor ke eksekutif senior, ada perhatian khusus proyek

      3. Organisasi Proyek Matriks = gabungan dari organisasi proyek fungsional dan murni, memanfaatkan ahli
      dari berbagai disiplin ilmu yang terlibat dalam organisasi fungsional sebagai bagian proyek tetapi tidak
      mengganggu proses pelaksanan proyek serta organisasi fungsional perusahaan.

    4. Organisasi proyek = memliki fleksibilitas yang tinggi dalam penggunaan staf/karyawan, yang memungkinkan
      divisi tepat untuk base administrasi bagi orang-orang dengan keahlian tertentu orang-orang dengan keahlian
      tertentu bisa ditugaskan di banyak proyek yang berbeda dapat ditukar, 
      sedangkan organisasi murni = bila ada proyek sejenis berturut-turut, organisasi ini bisa memanfaatkan para
      ahli yang sama sekaligus untuk kaderisasi dalam teknologi tertentu karena kewenangan terpusat maka
      kemampuan untuk membuat keputusan bisa cepat dilakukan, dapat berinteraksi secara cepat terhadap
      kebutuhan klien maupun eksekutif senior dari organisasi induk

PostHeaderIcon Senna 1811499624 MJ110Z Assignment 1

 

  1. Pertanyaan :
    1. Sebutkan dan jelaskan pengertian dari 4P
    2. Sebutkan dan jelaskan dasar dasar proyek
    3. Jelaskan konsep Manajemen Proyek
  2. Status     : 100 %
  3. Keterangan : Telah dikerjakan dengan baik
  4. Jawaban    :
    1. People — elemen terpenting dari kesuksesan suatu proyek

      Product — sistem yang akan dibangun

      Process — Sekumpulan framework activities dan engineering tasks agar proyek berjalan

      Project — Seluruh kerja/usaha yang dibutuhkan untuk mewujudkan suatu produk

    2. Tedapat 3 hal dasar dalam proses pengerjaan suatu proyek, yaitu:

      1. Perencanaan                                                                                                                       

      Perencanaan adalah suatu proses yang mencoba meletakkan dasar tujuan dan sasaran termasuk menyiapkan segala sumber daya untuk mencapainya. Secara garis besar, perencanaan berfungsi untuk meletakkan dasar sasaran proyek, yaitu penjadwalan, anggaran dan mutu.Dalam menyusun suatu perencanaan yang lengkap minimal meliputi :

      1. Menentukan tujuan
      2. Menentukan sasaran
      3. Mengkaji posisi awal terhadap tujuan
      4. Memilih alternatif
      5. Menyusun rangkaian langkah untuk mencapai tujuan

      2. Penjadwalan

      Penjadwalan dalam pengertian proyek konstruksi merupakan perangkat untuk menentukan aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek dalam urutan serta kerangka waktu tertentu, dalam mana setiap aktivitas harus dilaksanakan agar proyek selesai tepat waktu dengan biaya yang ekonomis. Penjadwalan meliputi tenaga kerja, material, peralatan, keuangan, dan waktu. Dengan penjadwalan yang tepat maka beberapa macam kerugian dapat dihindarkan seperti keterlambatan, pembengkakan biaya, dan perselisihan.

      3. Pengendalian

      Pengendalian adalah usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standar, menganalisis kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan standar, kemudian mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber daya digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran.

      Proses pengendalian proyek dapat diuraikan menjadi langkah-langkah sebagai berikut:

      1. Menentukan sasaran.
      2. Definisi lingkup kerja.
      3. Menentukan standar dan kriteria sebagai patokan dalam rangka mencapai sasaran.
      4. Merancang/menyusun sistem informasi, pemantauan, dan pelaporan hasil pelaksanaan pekerjaan.
      5. Mengkaji dan menganalisis hasil pekerjaan terhadap standar, kriteria, dan sasaran yang telah ditentukan.
      6. Mengadakan tindakan pembetulan.
    3. Definisi PMI menekankan pada langkah-langkah yang diperlukan dalam menjalani proyek untuk memenuhi keinginan

      STAKEHOLDER (Individu, maupun Organisasi), serta Ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengelolah Proyek